fallin.jpg
Genres : Romance, Slice Of Life, School life.
Author : [bpost:author].
Per : Part

(Nama Tokoh)
| Kenosuke | Minoma | Hito | Yumei | Kak Fumiya | Mazanaru | Myuhitsu | Kak Mirei | Hitori |

“Hatiku merasa, merasa sesak.... Merasa sakit, perih.... Ingin rasanya ku berteriak, namun....”





"Minoma.... Kamu kenapa dari tadi diam saja?? Ayolah, berceritalah...." ucap Kak Mirei sembari duduk disebelah Minoma,

"Hmm.... Tidak ada apa-apa kak, hanya saja...."

"Hanya saja??" tanya Kak Mirae dengan raut wajah penuh tanda tanya, Minoma hanya menggeleng seperti menahan sesuatu,

[ SFX: Drap-drap Drap-drap ]


"Minoma-san!!!!" teriak seseorang yang tengah berlari menuju Tempat Minoma berduduk,

[ SFX: Gabrok!! Drakk!! Swuish!! ]


"Eek... Sakit itu pasti...." ucap Kenosuke yang tiba-tiba muncul sembari meminum Fantazy,

"Weah!! Honey! Sejak kapan kamu ada disitu??" tanya Kak Mirae terkejut,

"Sejak orang yang tadi berteriak darling.... " ucap Kenosuke sembari menempelkan kaleng Fantazynya kejidat Kak Mirae,

"Hwahh.... Dingin!!"

"Eh, itukan.... Mazanaru-kun!!" teriak Minoma sembari melambaikan tangannya ketempat Mazanaru yang tengah bangkit dari jatuhnya,

"Aku Mencintaimu! Tolong jadilah Pacarku untuk yang kedua kalinya!! Aku menyayangimu!!!" teriak Mazanaru dengan suara serak,

"Eh??"

[ SFX: Gebrak!! ]


"Aku Mencintaimu!! Maaf selama ini aku tidak mengerti kamu!"

"Honey, apa yang kulihat ini kenyataan??" tanya Kak Mirae sembari menarik-narik jaket Kenosuke,

"Jangan dilihat!! Ma-maksudku.... Bag-baggigigiiannn.... Plak-Plak Huerraghha.... Sadar.... " ucap Kenosuke sembari menampar-nampar pipinya,

"H-honey.... Kita pu-pulang aja yuk.... Kakak ju-juga enggak berani liat, kok...." ucap Kak Mirae Sembari menggenggam jaket Kenosuke dan berbalik, begitupun Kenosuke,

—–—–—

[ SFX: Kring-kring.... Kring-kring... ]


"Honey, angkat teleponnya!"

Kenosuke dengan lekas mengangkat telepon di ruang tamu, setelah beberapa menit, Kenosuke menutup teleponnya, kakinya terlihat gemetar dan matanya seperti menahan sesuatu, Kak Mirae langsung menanyakan siapa dan apa yang mereka bicarakan. Kenosuke tiba-tiba langsung memeluk kak Mirae dengan erat dan berkata,

"Kak, kakak harus kuat ya.... Kakak harus kuat.... I-ibu te-telah tiada, kak.... "

Mendengar perkataan Kenosuke kak Mirae terdiam, dan membalas pelukan Kenosuke dan berkata,

"Kamu yang harus begitu.... Kamu jangan menangis, ya??" ucap Kak Mirae sembari membelai rambut Kenosuke,

"I-iya, mungkin k-kita harus.... haha, mha... huaaaa.... Huahuhuhu.... Huaahhuhhh..."

Tangisan Kenosuke sepertinya terdengar sampai kerumah tetangga, salah satu tetangga datang dan langsung membuka pintu rumah Kenosuke dan berlari menuju ruang tamu dan memeluk mereka berdua,

"Kalian harus kuat ya, Keno dan Mirei!! Bibi Sara ada disini... Jangan menagis...."

Ternyata yang datang adalah kerabat Ibu mereka, dia bernama Eduardo Sara, mereka sudah menjadi kerabat kerja Ibu mereka selama beberapa tahun, Bibi Sara sangat berduka atas kematian Ibu mereka dan merasa sangat sedih seperti mereka.

"Bibi.... Apa bibi.... "ucap Kak Mirae terhenti,

" .... Bibi disuruh untuk menjaga kalian berdua.... Oleh ayah kalian.... " sambung Bi Sara sembari membelai rambut mereka berdua,

—–—–—

[ SFX: Jrasss.... Gluduk-gleduk... ]


Hujan mengguyur langit Tokyo, rumah Kenosuke nampak sepi, tidak ada suara tv dan game. Hanya ada dua orang kakak beradik yang duduk diruang makan, dengan makanan yang basah akan air mata. Kak Mirae memandang jendela yang terkena percikan hujan, sedangkan Kenosuke yang matanya telah membengkak serta penuh hidungnya dengan hingus.

Dan tiba-tiba lonceng rumah mereka berbunyi, Kenosuke segera membuka pintu dan terkejut karena Minoma dan Ibunya berdatang kerumah mereka, Kenosuke mempersilahkan mereka masuk dan duduk disofa.

"Brr.... Dingin juga ya.... Oh ya, ibu kalian tinggal dimana?" tanya Ibunya Minoma dan itu nampak mengejutkan Kenosuke,

"Hmm.... Bibi, ikut saya kebelakang yuk.... Saya ceritakan dimana ibu sekarang.... Mari bi...." ajak kak Mirae sembari melangkahkan kakinya kedapur,

"Ohh.... Mari...."

Tinggallah Kenosuke dan Minoma berdua diruang tamu, Kenosuke nampak tak menghiraukan Minoma. Begitupun Minoma, namun Minoma hanya memikirkan Mazanaru dan tak menghiraukan Kenosuke. Setelah beberapa menit, Ibu Minoma dan kak Mirei datang menuju ruang tamu, dan berkata

"Bibi turut berduka atas kematian ibu kalian, semoga ibu kalian tenang diatas sana...."

Kata-kata itu membuat Kenosuke beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya, Begitupun Minoma, dia nampak terkejut mendengarnya,

"Ibu apakah itu benar??" tanya Minoma dengan nada tanyanya,

" .... Minoma, ayo pulang.... Ibu rasa kita datang disaat yang sangat tidak tepat. Mirei, kami pulang ya...." jawab Ibu Kenosuke sembari menggenggam tangan Minoma dan pergi dari rumah Kenosuke,

[ SFX: Tap-tap tap-tap, Knock-knock ]


"Honey, kamu tidak apa-apa??" tanya Kak Mirei sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Kenosuke,

"Masuklah kak, aku tidak apa-apa.... Hanya saja—" ucap Kenosuke terhenti karena petir menggelegar,

"Hn.... Kakak paham kok honey.... Sudah mari kita melangkah menuju jalan baru, dan tidak bersangkut dengan ayah dan ibu! Bagaimana? Apa kamu mau ikut kakak honey? Atau Honey mau tetap dijalan yang tanpa arah??" tanya kak Mirae dengan ekspresi gaulnya dan menganggukkan kepalanya,

"Eh?? *Sniff-sniff* Hehehe..... *Sniff-sniff*" tawa Kenosuke dibarengi dengan ingusnya,

"Iyyuh.... Hingusmu terlalu banyak Honey.... Sana mandi!!" ucap Kak Mirae sembari mengambil tisu dan melemparnya kearah Kenosuke,

"Heits.... Dulu kakak juga meler Hingusnya, mhahaha...."

"Apa kau bilang!!" ucap Kak Mireidengan pipi meronanya,

"Mhahahaha"

—–—–—


"Kak, besok kakak mau kepasar??" tanya Kenosuke sembari merapikan baju sekolahnya,

"Hmm.... Ya, emangnya kenapa Honey?" jawab kak Mirei sambil memasak sayur untuk makan pagi,

"Eto.... Besok aku temani!" ucap Kenosuke dengan mengacungkan jempolnya,

"Wahh.... Benar Honey??"

"Iyalah, perempuan mana boleh jalan sorangan, nanti bisa-bisa Kepe— Akak!!" ucap Kenosuke terhenti karena lemparan sepatu Kak Mirei,

"Sembarangan Kamu Honey!!!"

"Mhiii, raksasa telah bangkit dari kuburnya, mhahaha— Ekek!!!" ucap Kenosuke terhenti lagi karena lemparan sepatu kedua kak Mirei,

.

.

[ BeRsAmBuNg ]




Ciaaat...

Assalamualaikum gaes, gimane kabarnye?? Insyaallah baik ya! Maaf sebelumnya kalo Mimi telat ngeupdate, hari sabtu lagi mager, mungkin banyak yang nunggu yah.... Okeh, silahkan Dibaca ya!! Fall In Love - Part 7